Inilah komunitas yang tepat untuk Anda yang tidak bisa menyusui langsung kepada bayi Anda.
Exclusive pumping mama (E-ping) adalah sebutan bagi para ibu yang tidak bisa menyusui langsung melainkan memberikan air susu ibu (ASI) perah kepada buah hati mereka. ASI perah itu diperoleh dengan cara memompa payudara ibu.

 

E-ping dibangun sebagai alternatif paling akhir setelah usaha terbaik yang ibu lakukan untuk memberi ASI secara langsung tidak berhasil.

Respect dan Support

Pilihan memberikan ASI perah yang dibuat ibu bukannya tanpa alasan. Keputusan itu dibuat setelah menimbang banyak hal dan didasari sejumlah latar belakang berbeda. Karenanya, komunitas Exclusive Pumping Mama Indonesia dibentuk untuk memberikan dukungan untuk para ibu. Tujuan lainnya, menjadi wadah berbagi kisah dan inspirasi bagi para ibu E-ping di seluruh Indonesia pada khususnya dan ibu menyusui pada umumnya.

Semangat yang diusung komunitas ini adalah “respect” dan “support”. Semangat ini sesuai dengan tagline yang dikedepankan komunitas ini yakni: “Sahabat Ibu Menyusui”. Di dunia maya, komunitas ini membangun “rumah” di situs jejaring sosial Facebook: Exclusive Pumping Mama Indonesia.

Komunitas E-ping di Facebook didirikan pada tanggal 26 September 2014 oleh Prasetyawati Wahyu. Meski tergolong baru di jagat Facebook, anggota komunitas ini mencapai 6.500 orang yang berdomisili di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Setelah rajin bersilaturahmi di dunia maya, tahun ini para ibu menyelenggarakan program kopi darat perdana yang dihelat di Applicative Medical Center (AMC) Klinik Dokter Achmad Mediana di Jl. Kemang Timur Raya, Jakarta.

Kopi Darat perdana digelar pada Minggu, 17 April 2016 lalu dengan menghadirkan narasumber yang ahli di bidangnya yakni dr. Achmad Mediana Sp.OG serta dr. I Made Indra Waspada, Sp.A. Selama hampir tiga jam, dua dokter spesialis ini mengupas tuntas soal Makanan Pendamping ASI, manfaat air susu ibu, dan sejumlah permasalahan anak.

“Kami menyadari sepenuhnya bahwa pemberian ASI selama dua tahun amat penting. Selain itu, dukungan dari berbagai pihak dibutuhkan ibu yang sedang menyusui. Karenanya, komunitas ini lebih khusus memberikan dukungan semangat dalam hal mengASIhi. Komunitas ini juga dapat dijadikan ajang tukar pendapat soal apa pun yang berhubungan dengan ASI. Semoga komunitas ini membawa banyak manfaat,” demikian Prasetyawati Wahyu menguraikan.

 

Roadshow kopi darat

Antusiasme yang terlihat saat kopi darat perdana membawa aura positif untuk mendukung para anggota E-ping. Ini sejalan dengan latar belakang terbentuknya komunitas E-ping, kurangnya dukungan terhadap ibu yang memberikan ASI secara tidak langsung.

“Diharapkan, melalui kopi darat perdana dengan para dokter spesialis, para anggota beroleh pengetahuan baru soal makanan pendamping dan ASI itu sendiri. Saya senang bisa berpartisipasi dalam komunitas ini,” ujar  Nonny Sakinah, salah satu peserta sekaligus pengusaha Anna Bakery.

Tidak hanya berbagi pengetahuan, kopi darat di Kemang juga menjadi ajang transaksi para anggota yang berwirausaha. Berbagai booth yang menjual makanan, minuman, perlengkapan untuk menyusui maupun perlengkapan bayi menarik minat para peserta.

Setelah Jakarta, komunitas ini mengunjungi Surabaya (22 Mei 2016) dan Semarang (24 Juli 2016) yang dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. “Sukses di beberapa kota membuat kami makin yakin bahwa masih ada kota lain perlu kami datangi,” kata Prasetyawati.

Maka, Minggu (7 Agustus) lalu, E-Ping hadir di Yogyakarta, tepatnya di RSA UGM. Di Kota Gudeg ini mereka mengemas kopi darat dalam format seminar awam. Topiknya, “Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak dan Parenting, di antara Mitos dan Fakta”. “Setelah Yogyakarta, kami harap bisa berbuat lebih banyak lagi,” pungkas Prasetyawati.