Di sini Anda bisa menemukan film-film alternatif berkualitas yang tidak diputar di jaringan sinepleks Indonesia.

Di Jakarta yang maju, ada banyak pencinta film dengan kebutuhan berbeda. Tidak semua penikmat film bisa melampiaskan dahaga mereka akan sinema di jaringan sinepleks. Sebab, tak semua film bisa “lolos seleksi” untuk tayang di jaringan bioskop raksasa. Bagi mereka yang menginginkan film alternatif, ke mana mereka akan pergi? Kinosaurus yang dibidani empat orang pencinta sekaligus pekerja seni ini, menjadi jawaban yang selama ini dinanti-nanti.

Variasi dan kualitas

Empat orang pencinta film berkumpul. Mereka adalah Adinda Simanjuntak (General Manager Aksara), Meiske Taurisia (produser film The Fox Exploits the Tiger’s Might, Blind Pig Who Wants To Fly) dan Edwin (sutradara film Someone’s Wife in the Boat of Someone’s Husband, Postcards from the Zoo, Blind Pig Who Wants To Fly), dan juga Edi. Desember lalu, mereka mendirikan mikrosinema Kinosaurus yang menyatu dengan Aksara Store, Kemang, Jakarta Selatan.

Para penggagas Kinosaurus itu merancang jadwal pemutaran film setiap bulannya. “Audiensnya macam-macam. Makin beragam kami makin senang. Siapa pun yang suka film dipersilakan datang. Di Kinosaurus, kami memiliki program tetap setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu (malam). Komunitas pencinta film sangat antusias mengingat mikrosenima di Jakarta belum ada. Ruang screening film memang ada namun konsepnya bukan mikrosinema,” beri tahu Adinda.

Ada tim perancang program yang bertugas memilih film apa saja yang akan tayang setiap bulan di Kinosaurus. Tujuannya, menyediakan variasi tontonan berkualitas bagi para pencinta film di Jakarta. Itulah tujuan keberadaan mikrosinema mengingat di Jakarta hanya ada jaringan sinepleks berkapasitas besar dengan menu (mayoritas) film blockbuster. Maklum, mereka harus mengisi kapasitas kursi yang jumlahnya sangat banyak. Ditinjuau dari aspek bisnis, itu bagus.

“Namun sayang, membuat menu tontonan menjadi terbatas. Pilihan film itu-itu saja. Kalau kita cermati, tontonan dalam sebulan hanya ada empat atau lima film baru, sementara di dunia ada banyak sekali jenis film. Bahkan ribuan film bagus. Jakarta, kota yang maju tetapi hanya ada jaringan sinepleks komersial. Harusnya, tontonan filmnya lebih bervariasi. Kalau ditanya penilaian film yang diputar di Kinosaurus atas dasar apa? Kualitas dan variasi,” Adinda menambahkan.

Artinya, menu film Kinosaurus tidak hanya satu genre film dari sebuah negara. Seluruh partner dan staf Kinosaurus, kata Adinda, dilibatkan saat merancang jadwal pemutaran. Tujuannya, agar setiap dari mereka punya rasa memiliki. Seluruhnya ada enam orang. Sejauh ini, Kinosaurus telah menyusun tiga program. Kuncinya, kualitas dan variasi. Agar kian berkualitas dan bervariasi, sesekali Kinosaurus menggelar diskusi dengan narasumber berkompeten.

Menonton dan diskusi

Bulan Februari misalnya, Kinosaurus menggelar program “Spotlight on Mads Mikkelsen” serta diskusi bekerja sama dengan Rumah Aktor Indonesia (RAI). Yang hadir dari RAI, peraih Piala Citra, Lukman Sardi dan bintang film 7/24, Verdi Solaeman. Keduanya bersama para pencinta film berdiskusi sekaligus mengapresiasi film-film yang dibintangi Mads Mikkelsen. Tiga film Mads yang ditayangkan di Kinosaurus: Valhalla Rising (Nicolas Winding Refn, 2009), The Hunt (Thomas Vinterberg, 2013), dan A Royal Affairs (Nikolaj Arcel, 2012).

“Kinosaurus tidak berdiri sendiri. Ia berdampingan dengan Ruang Seduh. Mikrosinema tandem dengan beberapa bisnis lain. Tidak bisa berdiri sendiri. Sama seperti bioskop sinepleks yang dilengkapi fitur ruang video games, kedai kopi, toko kue dan minuman ringan, Kinosaurus hadir bersama Ruang Seduh. Ada beberapa program menarik dari Ruang Seduh seperti Morning Deals. Ruang Seduh buka dari jam 8 sampai 21,” imbuh Adinda.

Kinosaurus menyapa para pencinta film setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu. Film diputar dua kali, jam 19.00 dan 21:30. Menariknya, ruang Kinosaurus pada Senin sampai Kamis bisa digunakan untuk kegiatan lain. Februari ini misalnya, tiap Rabu ada program White Board Journal membahas video klip. Selain itu, bisa juga disewakan untuk kegiatan lain seperti ulang tahun dan corporate meeting. Sabtu (6/2) pagi ini misalnya, Kinosaurus dipakai untuk perayaan ulang tahun,” Adinda menukas.

Beberapa bulan hadir di Jakarta, Kinosaurus telah punya pengunjung tetap. Lambat laun tercipta komunitas pencinta film di ruang mikrosinema ini. Jika Anda ingin menonton film yang tidak diputar oleh jaringan bioskop umumnya; jika Anda ingin menikmati kopi dan cocktail terbaik di Ibu Kota; jika Anda ingin merasakan sensasi menonton yang tak pernah Anda rasakan sebelumnya, coba senggangkan waktu Anda dan mampirlah ke Kinosaurus Jakarta.

Kinosaurus
Jl. Kemang Raya 8B, Jakarta 12730
Kontak            : info.kinosaurus@gmail.com dan www.kinosaurusjakarta.com