Jika komunitas Wahana Penulis diumpamakan kebun cerita, maka tanaman yang tumbuh adalah naskah-naskah. Beberapa waktu kemudian, tanaman-tanaman itu mekar menjadi kembang film layar lebar, FTV, dan bunga drama televisi yang bisa Anda nikmati. Founder dan Co-founder komunitas ini, pasangan suami istri Salman Aristo (Aris) dan Gina S. Noer, mengisahkan terbentuknya komunitas ini berangkat dari kegemaran mereka nonton dan diskusi bersama teman-temannya.

“Dari situ, salah satu dari kami mendapat tawaran untuk menulis drama seri Ada Kontrakan Dalam Gang yang tayang di TPI—setahun sebelum ia bermetamorfosis menjadi MNCTV,” Aris berbagi cerita. Mereka pun mulai mengerjakannya. Momen tersebut memotivasi mereka untuk membangun komunitas menjadi organisasi yang lebih serius, dan terbentuklah Wahana Penulis, Januari 2010.

Punya beberapa layanan

Komunitas yang bermarkas di Jalan Puri Mutiara 2 No.7 Cipete Jakarta Selatan 12430 ini memiliki beberapa layanan di antaranya development company. Biasanya, yang membutuhkan Wahana Penulis adalah rumah produksi yang sudah memiliki penulis berikut naskahnya namun belum dikembangkan menjadi jalinan cerita film utuh.

Wahana Penulis menjadi rekan diskusi sekaligus supervisor dalam mengolah naskah. Biasanya Wahana dan klien melakukan tatap muka dua-tiga kali untuk membaca dan membahas naskah itu. Klien lainnya, rumah produksi yang menggagas tema sinopsis tapi belum memiliki penulis naskah yang bisa mengembangkan. Para penulis di komunitas ini siap menjembatani dan mewujudkan naskah.

Kali pertama terbentuk, Wahana Penulis diperkuat sebelas orang. Saat ini, masih tersisa delapan orang. “Dalam perjalanannya, kami menjelma menjadi sindisikasi berisi para pekerja seni profesional dengan pembagian kerja yang jelas,” Aris menambahkan.

Sekarang, Wahana Penulis dimotori Salman Aristo (Founder dan Business Manager), Gina S. Noer (Co-Founder), Ifan Ismail (Co-Founder dan Creative Manager), Bagus Bramanti (Operational Manager), Fitria Muthmainnah (General Manager), Arief Ashshiddiq (Story Editor, R&D Division), Hanan Novianti (Administrasi), dan Dela Putri (keuangan).

Dari sindikasi ini lahirlah anak-anak muda kreatif yang terampil menyusun cerita. Ada Rino Sarjono (penulis naskah Negeri 5 Menara dan Garuda di Dadaku The Series), Ifan Adriansyah Ismail (Habibie & Ainun), dan Bagus Bramanti (Mencari Hilal).

 

Seni Membangkitkan Nyawa Film

Wahana Penulis kemudian dianggap sebagai tempat menyemai benih-benih (penulis skenario ulung). Dengan kata lain, menjadi medium regenerasi penulis skenario khususnya untuk layar lebar. Aris mengatakan, ini bukan tentang menggembleng para penulis potensial menjadi penulis profesional.

“Bukan karena proses regenerasi penulis naskah film layar lebar di negara kita berjalan lambat. Saat ini banyak kok penulis baru yang menawarkan cerita keren kepada penonton. Hanya, tidak semua produser menyadari pentingnya pengembangan naskah sebelum dieksekusi jadi film,” Aris mengulas.

Padahal, kata Aris, naskah adalah nyawa film. Tanpa naskah, nyaris mustahil terlahir film dengan alur yang rapi dan keren. Pengembangan naskah inilah yang perlu terus dijaga supaya film-film Indonesia semakin kuat dari aspek penceritaan pada masa mendatang.

Tertarik menjadi penulis skenario? Aris menantang Anda mengirimkan contoh cerita atau skenario asli bikinan Anda melalui surel wahanapenulis@gmail.com.

Wahana Penulis

Jl. Puri Mutiara 2 No.7
Jakarta 12430
Telp: 021 – 75902920
www.wahanapenulis.com