Berkreasi dengan gaya interior eklektik membuat ruangan Anda terasa lebih segar.

Berbeda-beda tapi lebih gaya. Itu ungkapan yang pas untuk menyebut desain interior bergaya eklektik. Karena pada dasarnya kreativitas itu tidak bisa dibatasi hanya dengan satu gaya tertentu. Jadi, jika konsep klasik, minimalis, Victorian, art deco, atau yang lain sudah mulai membosankan Anda, kenapa tidak menggabungkan saja semuanya. Perpaduan berbagai konsep interior inilah yang kemudian melahirkan sebuah konsep baru, yaitu Eklektik.

Kata “eklektik” dalam dunia interior digunakan untuk menyebutkan kombinasi unsur gaya yang berbeda-beda dalam sebuah karya interior. Anda bebas memadukan berbagai gaya yang Anda suka untuk menata interior rumah Anda. Menyandingkan karya tradisional dengan barang-barang modern, menggabungkan dekorasi Barat dan Timur, atau memadukan elemen berwarna cerah dengan yang bermotif, sah-sah saja dengan konsep ini.

Munculnya gaya elektik merupakan ekspresi kejenuhan dari dominasi desain minimalis yang dingin dan minim ekspresi. Kita tahu, konsep minimalis cenderung mengedepankan fungsi ketimbang estetika.

Di Indonesia, gaya eklektik mulai populer sejak tahun 2010 pada masyarakat urban. Gaya ini dianggap mewakili masyarakat modern yang memang menyukai segala sesuatu yang memiliki personal touch, termasuk dalam hal penataan ruangan. Ditambah, masyarakat modern saat ini sering traveling dan membawa pulang beragam tanda mata. Dengan gaya eklektik, mereka tidak merasa ‘berdosa’ ketika memajang semua tanda mata tersebut di dalam rumah.

 Bebas Terbatas

Meski bebas memajang apa saja, bukan berarti Anda melakukannya tanpa aturan. Tentu akan jauh dari estetika ketika Anda meletakkan berbagai macam barang dalam satu ruangan karena pasti akan terlihat berantakan. Sebaiknya memang ada satu benang merah yang mengikat berbagai perbedaan tersebut. Harus ada keselarasan. Misalnya, Anda bisa menentukan benang merahnya ada pada bentuk, warna, dan tekstur material yang digunakan. Di samping itu, peletakan setiap elemen juga harus diperhatikan agar tetap sedap dipandang.

Tips berikut ini bisa Anda ikuti agar Anda tepat mengaplikasikan konsep eklektik pada ruangan hunian Anda:

 Jangan terlalu banyak gaya yang ingin Anda padukan. Dua atau tiga saja sudah cukup. Lebih dari itu akan terlihat berantakan.

  1. Anda bisa mengaplikasikan beberapa gaya yang memiliki kemiripan (missal renaissance-rococo-imperial atau bohemian-etnik Indonesia-tribal) atau yang bertolak belakang sekalian (Timur-Barat atau klasik-kontemporer). Untuk yang terakhir, Anda perlu mencari benang merahnya, misalnya warna atau motif yang senada.
  2. Gunakan teknik layering (pelapisan) dalam menata komposisi barang-barang di ruangan Anda. Benda-benda besar di belakang dan yang lebih kecil di lapis depan, misalnya. Teknik ini akan menciptakan kedalaman pada tata ruang Anda.
  3. Sesuaikan furnitur dengan gaya yang Anda mau. Jika sulit mencari, ada beberapa mebel yang secara umum cocok dengan semua jenis gaya tata ruang, misalnya meja kopi kontemporer dan kursi lengan modern.
  4. Tak perlu merasa berdosa jika Anda ingin mengubah dekorasi. Mengecat ulang atau mengganti kain bantalan kursi dengan warna atau motif lain boleh-boleh saja.
  5. Jika Anda memiliki karya seni patung atau lukisan besar boleh Anda tonjolkan dalam tata ruang. Ini akan membuat kesan tersendiri di benak setiap tamu yang datang.
  6. Anda juga boleh meletakkan lukisan kontemporer dengan lukisan klasik. Tapi untuk ‘menyatukan’ keduanya, gunakan bingkai yang sama atau mirip.
  7. Kombinasi gaya apa pun atau elemen mana pun yang Anda pilih, pastikan bahwa penataan ruangan yang Anda rancang dapat memberikan rasa nyaman untuk penghuni rumah sekaligus merefleksikan pribadi Anda.

 

Selaras Lewat Warna

Salah satu elemen pengikat antargaya dalam konsep eklektik adalah warna. Warna dapat Anda aplikasikan dalam berbagai macam elemen seperti dalam motif kain, keramik lantai, atau aksesori dalam ruangan seperti vas bunga, karpet, atau bingkai cermin.

Jadi, sebuah meja bergaya baroque dapat saja berpasangan dengan sofa kontemporer kalau Anda menambahkan elemen dekoratif seperti vas bunga atau bantal kursi dalam warna yang sama atau senada.

Namun, agar Anda tidak asal tabrak warna dalam aplikasinya, ikuti panduan praktisnya di bawah ini:

  • Jangan gunakan palet warna yang terlalu jauh bedanya atau terlalu kontras.
  • Batasi jumlah warnanya tidak lebih dari lima, dengan pembagian seperti ini: satu warna primer digunakan dalam area besar seperti dinding dan lantai. Untuk warna sekunder, atau warna pendukung dapat Anda aplikasikan pada sofa, karpet, dan mebel. Sedangkan warna ketiga, keempat dan kelima atau warna tambahan, dapat Anda terapkan pada elemen dekoratif seperti pada bantal kursi, kap lampu, atau bingkai foto.
  • Tak harus memilih warna-warna redup untuk bermain warna pada ruangan Anda. Warna cerah atau warna terang justru dapat membuat ruangan Anda terlihat lebih hidup, menarik, dan tidak terduga.
  • Sebelum mengaplikasikan pada interior sesungguhnya, sebaiknya otak-atik warna ini Anda lakukan dulu pada selembar kertas sehingga bisa dengan mudah diganti jika Anda merasa tidak pas.