Tinggal di Kemang menjadi berkah tersendiri bagi penyanyi dan penulis buku spiritual, Irianti Erningpraja (52). Sedari kecil hingga sekarang, wilayah elit di Jakarta Selatan ini menjadi tempatnya menempa hidup. Bagi perempuan cantik yang juga berprofesi sebagai self discovery coach ini, Kemang adalah Ubudnya Jakarta.

“Yang tinggal di Kemang itu kan orang-orang dari beragam etnis, baik dari Nusantara maupun dari manca negara. Karena itu kebudayaannya juga bermacam-macam. Apalagi kemudian tumbuh kafe-kafe dan berbagai toko yang menjual barang-barang unik dari budaya yang berbeda-beda. Jadi, masyarakat Kemang itu multikultur. Bagi saya, Kemang itu adalah Ubudnya Jakarta.

Tak hanya itu. Beberapa keuntungan juga saya rasakan selama tinggal di Kemang. Salah satunya adalah lingkungan hidup yang masih asri. Udaranya masih tergolong sejuk karena banyak pohon tetap terjaga. Airnya juga bersih. Ditambah, kemudahan akses untuk menuju ke beberapa tempat, baik tempat makan, tempat hiburan, bisnis, dan lain-lain. Meski tak jarang terjadi kemacetan, tapi bagi saya itu bukan masalah. Banyak jalan tikus, kok, yang bisa jadi alternatif untuk kita lalui. Saya merasa beruntung, kok, tinggal di Kemang. Bersyukur banget.

Lingkungan di Kemang membuat saya mudah mengasah kreativitas, lho. Sekarang ini saya sedang sibuk membuat art diary. Ini adalah diary yang bisa diisi tak hanya dengan tulisan tapi dengan karya seni—gambar maupun decoupage. Ini bisa mengasah otak kiri dan kanan sekaligus. Seru.