Raditya Dika

Bersyukur Punya Rumah di Kemang

Bagi Raditya Dika, rumah merupakan mimpi besar yang berhasil ia capai melalui kerja keras selama bertahun-tahun. Kediaman penulis dan komika ini berdiri di bilangan Ampera, Jakarta Selatan, tidak jauh dari rumah pasangan Hanung Bramantyo dan Zaskia Adya Mecca. Rumah itu, kata Dika, adalah cerminan kariernya di panggung hiburan.

“Karier saya sepanjang tahun lalu seperti rumah dengan banyak pintu. Jadi, ada banyak peluang terbuka bagi saya. Memproduksi film bersama Pak Sunil Soraya dan Soraya Intercine Films, salah satu momen besar di pengujung 2015. Alhamdulillah, tahun lalu saya sudah punya rumah sendiri di Ampera, Kemang.

Rumah itu adalah hasil kerja keras dan menabung yang sama kerasnya. Dimulai dengan membeli tanah dulu. Lalu memikirkan konsep dan materialnya apa saja. Kemudian, saya membangunnya pelan-pelan semampu saya. Pembangunan rumah ini mencerminkan bagaimana proses karier saya selama beberapa tahun terakhir.

Saya percaya, hasil tidak akan tega mengkhiananti kerja keras. Uang untuk membangun rumah itu saya kumpulkan dari honor menjadi bintang tamu talk show, membintangi film dari novel-novel saya, menjadi sutradara, royalti menulis, menjadi stand up comedian, menjuri ajang pencarian bakat, brand ambassador produk, dan masih banyak lagi.

Saya pilih Kemang untuk tempat tinggal, pertama, karena dekat dengan rumah orang tua. Kapan saja saya ingin balik ke rumah orang tua, saya bisa. Kedua, akses yang relatif mudah menuju pusat kota. Dan ketiga, investasi. Kemang kan merupakan kawasan strategis dan menguntungkan. Tapi saya nggak mau menjual rumah yang saya bangun dengan susah payah ini. Saya bersyukur memiliki rumah di Kemang. Saya membayangkan akan menetap di sini 30 sampai 50 tahun ke depan.”

 

Hidup Jauh dari Mewah

Meski kini publik menganggap Dika sebagai artis (dan artis identik dengan gaya hidup glamor), kehidupan aktor film box office Cinta Brontosaurus ini ternyata tidak semewah yang dibayangkan orang. “Saya hidupnya biasa-biasa saja. Bukan tipikal yang suka belanja atau liburan ke mana-mana,” aku komika kelahiran 28 Desember itu.

Selain mengalokasikan uang untuk tabungan dan membangun hunian, Dika juga “bermain” saham dan reksadana. Dika dikenal memiliki manajemen waktu yang baik. Urusan hunian, reksadana, serta saham nyatanya tidak sampai mengganggu aktivitasnya sebagai pekerja seni. Desember lalu misalnya, ia masih bisa menjalani promosi film Single secara intens. Di hadapan media, Dika menyebut Single sebagai karya yang menyita energi, pikiran, dan waktu. Pendek kata, menyita perhatiannya. Layak, karena di film ini Dika menjadi pemain sekaligus sutradara.

Tapi pengorbanan pria yang memulai debut layar lebarnya lewat Kambing Jantan tersebut berbuah kepuasan dan kebanggaan. Sejak dirilis pada 17 Desember 2015 lalu hingga tulisan ini dibuat, film Single telah mengumpulkan lebih dari satu juta penonton. Film ini bertengger di peringkat runner up daftar film terlaris dalam negeri 2015. “Itu artinya, penonton tertarik dan menghargai kerja keras kami selama berbulan-bulan. Sungguh membanggakan,” tutup Dika.