Siwa: Kesatria Wangsa Surya
Penulis: Amish Tripathi
Penerbit: Javanica 2016
Tersebutlah Meluha, sebuah kerajaan di lembah Sungai Indus pada tahun 1990 SM. Penduduknya makmur, sejahtera, dikenal jujur, dan sangat taat dengan norma dan aturan. Mereka punya ramuan sakti Somras yang bisa memperpanjang umur siapa pun yang meminumnya. Kini negeri Wangsa Surya ini tengah dilanda cemas dan khawatir karena sungai utama mereka yang airnya menjadi bahan utama “jamu” Somras mengering perlahan-lahan. Diduga, ini adalah ulah Wangsa Chandra, musuh bebuyutan mereka.

Celakanya Wangsa Chandra bersekutu dengan kaum Naga, bangsa yang sangat lihai berperang untuk memusuhi Wangsa Surya. Ditambah, dari segi jumlah, prajurit Wangsa Surya kalah banyak.

Harapan satu-satunya adalah menunggu “satria piningit” yang sudah diramalkan bakal datang memerdekakan mereka dari segala malapetaka. Dan sosok satria itu ada pada diri Siwa, pengungsi liar pemimpin suku Guna dari Gunung Kailasha, Tibet. Betulkah itu? Mampukah Siwa membawa Wangsa Surya menuju keselamatan dan kesejahteraan mereka?

Novel fiksi berdasarkan pada mitologi dan sejarah kuno India ini menarik untuk diikuti. Tak hanya karena terjemahannya sangat enak, tapi juga “pesan-pesan” kehidupan yang terdapat di dalamnya sungguh menggetarkan kesadaran kita, manusia modern. Siwa adalah seri pertama dari trilogi kisah Siwa.