Sikap memaafkan mempunyai manfaat besar bagi hidup kita. Namun untuk terampil memaafkan, kita butuh latihan.

Kata orang, memaafkan itu sulit. Betapa tidak, maaf itu biasanya terkait dengan hati yang tersakiti. Ketika hati sudah terlukai, perihnya bakal sulit terobati.

Padahal, memaafkan itu mempunyai manfaat besar, terutama untuk kesehatan, baik fisik dan psikis. Sebuah penelitian yang dirilis oleh Journal of Health Psychology, menemukan fakta bahwa memaafkan bisa menghilangkan stres, depresi, serta menghindarkan kita dari gangguan mental. Dan, seperti kita tahu, mental atau jiwa yang sehat adalah pangkal dari fisik yang sehat pula. Maka, sesungguhnya—seperti kata Adjie Santosoputro, Mindfullness Practitioner dalam videonya “Seni Memaafkan” yang bisa dilihat pada channel bit.ly/CelebratingPeace-Memaafkan.

Menurut Adjie, memaafkan itu berarti kita berhenti berharap mempunyai masa lalu yang lebih baik atau yang berbeda dari yang sudah terjadi. “Ini artinya, ketika tidak bisa memaafkan, sebenarnya kita sedang terjebak pada masa lalu kita,” katanya. “Padahal, kalau mau disadari, dari istilahnya saja sudah jelas, ‘masa lalu’—artinya ‘masa yang sudah berlalu’.”

Maksudnya, Adjie menjelaskan, tak akan pernah ada kabar baru dari masa lalu. Jadi, sia-sialah kita kalau mengharapkan perubahan terhadap masa lalu. Kita tak akan pernah maju jika terjebak pada masa lalu. “Maka, solusinya adalah mengikhlaskan masa lalu. Ketika di masa lalu ada orang yang menyakiti kita, maafkanlah dia. Dan ketika kita mampu memaafkan, maka kita akan menemukan kedamaian dan kebahagiaan. Inilah indahnya memaafkan,” Adjie menguraikan.

Latihan Memaafkan

Sering kita mendengar anjuran untuk melupakan saja apa yang sudah diperbuat orang lain kepada kita. Tapi, menurut Adjie, memaafkan tidak sama dengan melupakan. Melupakan adalah menyangkal bahwa satu hal telah terjadi, sedangkan memaafkan adalah mengakui dan menerima apa adanya bahwa satu hal telah terjadi. “Bagaimana kita bisa menyangkal jika hal tersebut memang sudah terjadi,” kilah Adjie. “Otak kita merekam setiap kejadian, dan kita tidak bisa memerintahkan untuk menyangkalnya. Yang bisa dilakukan otak adalah menerimanya.”

Jangan Paksakan Diri

Sangat manusiawi jika kita merasa sulit untuk memaafkan. Karena itu kita tidak perlu terlalu memaksakan diri untuk melakukannya. Menurut Adjie, jika memang kejadiannya baru saja terjadi atau kenangan pahitnya masih begitu kuat, maka langkah awalnya adalah mengambil jarak dari orang yang telah menyakiti hati kita. “Jika kita tidak ingin terserang penyakit, tentu kita sebaiknya menghindari sumber penyakit. Ini pula yang kita lakukan untuk menghilangkan sakit hati. Dan ini adalah proses awal untuk menerima kenyataan pahit,” ujar Adjie.

Setelah hati merasa siap, maka latihan di atas bisa dilakukan. Disarankan untuk melakukan latihan tersebut di tempat yang nyaman dan tenang, jauh dari gangguan. Tentu salah satu pilihannya adalah di dalam hunian yang sudah memiliki konsep menghadirkan ketenangan, baik di dalam hunian tersebut dan lingkungannya seperti yang akan diwujudkan oleh Synthesis Residence Kemang sebagai salah satu karya apartemen yang akan dibangun oleh Synthesis Development di Jl. Ampera Raya No. 1 A, Jakarta.