Sejak akhir 2018, toko buku independen kecil mulai kembali bermunculan di Amerika Serikat, bahkan hingga memecahkan rekor jumlah toko buku independen terbanyak sepanjang masa.

Hal ini terjadi juga di Indonesia dengan terus bermunculannya toko buku independen kecil. Salah satu toko buku independen kecil yang kemunculannya paling baru adalah Transit Bookstore, yang berlokasi di Pasar Santa, Jakarta. Didirikan oleh dua orang teman bernama Indra dan Alien, toko buku ini buka setiap Sabtu dan Minggu. Transit cukup berbeda dari toko buku lainnya karena koleksi bukunya sangat beragam dan merupakan karya dari penulis yang jarang didengar. Buku yang ditampilkan adalah hasil dari kurasi mereka dengan tema yang berbeda per tiga atau empat bulan sekali. Tema pertamanya sampai Maret 2019 adalah “Displacement”, buku-buku yang mengulas perpindahan, diaspora, serta perubahan konteks sosial politik. Konsep yang diusung sangat menarik.

Untuk tema pertama ini beberapa buku yang ada misalnya buku dari penulis Dasa Drndic, buku dari penerbit Fitzcarraldo Editions hingga buku-buku ekslusif terbitan Peirene Press. Di Transit, kita tidak hanya sekadar membeli buku, tapi bisa berbincang banyak hal mengenai buku yang ditampilkan. Misalnya saja salah satu buku berjudul Shatila Stories yang merupakan kumpulan cerita yang ditulis oleh 9 pengungsi Suriah dan Palestina, yang tinggal di Libanon. Buku ini adalah buku yang jarang ditemukan di toko buku lain di Jakarta. Buku ini adalah contoh yang tepat untuk buku dengan tema perdana mereka mengenai “Displacement”.

Kunjungan ke Transit bookstore bisa jadi pilihan akhir pekan yang sayang untuk dilewatkan.

Transit Bookstore
Pasar Santa Lantai Atas
Jl. Cipaku No 1, Kebayoran Baru
Jam buka: Sabtu dan Minggu, 14.00–21.00 WIB
Instagram : @TransitSanta

Artikel dan Foto oleh : @enthalpybooks