Bertolak dari problem speech delay yang dialami salah seorang anaknya, pasangan suami istri Ranald Indra dan Tita Djumaryo mendirikan Ganara Art. Keterlambatan untuk dapat berbicara itu lantaran si kecil sering bermain gadget. Saraf motoriknya pun lamban dalam berkembang.

Tita dan Ranald yang sama-sama pernah kuliah seni di ITB kemudian membuka kelas seni kecil pada tahun 2013, agar anaknya bersosialisasi dengan anak lain, berani berbicara, sembari beraktivitas. “Awalnya itu di bilangan Prapanca, kelasnya untuk usia toddler,” cerita Lina Nata, General Manager Ganara Art saat ditemui di Ganara Art, Kemang, Jakarta pertengahan Juni.

Seiring makin banyaknya anak yang bergabung, sebuah kelas kecil yang tadinya bertujuan untuk membantu menyelesaikan persoalan speech delay ini berkembang menjadi beberapa kelas. Lokasinya pun pindah ke sekolah Kembang, sebelum pada tahun 2015 mulai menempati ruang di dalam toko buku Aksara, Kemang, hingga kini.

Akan Menang
Nama Ganara berasal gabungan dari suku-suku kata terdepan nama ketiga putra Ranald dan Tita, yakni Gadra (11 tahun), Nalagra (9 tahun), dan Ralanggana (6 tahun). ‘Ganara’ juga merupakan kata dalam bahasa Spanyol yang berarti ‘akan menang’.

Sejak berlokasi di Aksara, Ganara Art tidak cuma membuka kelas seni bagi anak-anak (usia 1 sampai 12 tahun), tapi juga remaja dan dewasa (usia 13 tahun ke atas). Kelas bagi anak-anak dibagi menjadi empat level: toddler art, pre-school art, junior art, dan tween art.

Namun sudah tepatkah waktunya, khususnya bagi anak yang masih balita, untuk belajar tentang seni, mengingat dunia mereka adalah bermain? “Nah, kepada anak-anak usia dini, 7 tahun ke bawah, kita tidak mengajarkan seni rupa, bukan untuk bisa menggambar, misalnya,” terang Lina. “Tapi kita menggunakan seni sebagai ‘kendaraan’ untuk membantu mereka mampu melakukan hal-hal sesuai tingkat usianya.”

Ia melanjutkan, “Misalnya, pensil digunakan untuk melatih skill motorik anak, agar ia dapat memegang benda. Kemudian dilanjutkan dengan memegangnya dengan benar. Kemampuan itu tidak akan terbentuk dengan sendirinya jika tidak dilatih.” Apalagi, menurutnya, anak-anak sekarang cenderung kurang banyak beraktivitas fisik dibanding anak-anak generasi sebelumnya.

“Dan orang tua zaman sekarang lebih protektif, karena tidak memungkinkan membiarkan anak-anaknya berjam-jam main di luar. Semantara anak-anak butuh dilatih motorik, sensorik, dan muscle movement-nya,” tambah Lina.

Mengajari Perilaku
Untuk melatih saraf sensorik dan motorik anak, di Granara ada kelas memasak juga. Unik, bukan? Di sini anak-anak dapat belajar memotong-motong dan mengenal rasa makanan. Selain itu, anak-anak bahkan juga diajarkan berperilaku dalam bersosialisasi. “Seperti diajarkan antre dan mengucapkan terima kasih,” ia melanjutkan. “Kita juga ingin hal-hal ini bisa dibawa sepulangnya anak-anak dari sini.”

Karena itulah pada kelas di level paling awal, orang tua diharuskan ikut ke dalam ruang kelas sebagai pendamping anak. Setelah melihat, orang tua diharapkan dapat mengajak anaknya untuk menerapkan kembali kegiatan dan pelajaran perilaku tersebut di rumah. Namun di luar level itu, orang tua tidak boleh berada di dalam kelas, demi memperlihatkan ‘wajah’ anak yang sebenarnya. Lina memberi alasan, “Soalnya anak-anak bisa berlaku berbeda antara ketika bersama dan tanpa orang tuanya.”

Semakin dewasa usia anak, semakin nyeni pula pelajaran yang diberikan Ganara Art. Utamanya ada tiga palajaran seni rupa, yakni painting, pottery, dan printmaking. Pada kelas painting (melukis), murid belajar melukis menggunakan medium cat minyak, cat akrilik, dan cat air. Sementara, kelas pottery tentunya membuat kerajinan tangan berupa tembikar, dari dasar hingga proses pembakarannya. “Bagi yang sudah mahir pottery, bisa menyewa studionya saja tanpa perlu ikut kelas,” Lina menambahkan.

Seni cetak manual (printmaking) bisa jadi tak terlalu banyak dijumpai kelasnya, namun Ganara Art menghadirkan berikut peralatannya. Mulai dari membuat cetakan berupa stempel (stamping), sablon, hingga mencetak huruf di atas kertas menggunakan plat. Tak ketinggalan, mengingat adanya kelas untuk anak-anak, Ganara Art juga menyediakan ruang bermain bernama Ganara Playground. Seru!

Ganara Art
Jl. Kemang Raya 8B, Kemang, Jakarta Selatan
Telp. 0822 110 110 50
Email: classes@ganara.art
Instagram: @ganaraartspace