Jika Anda sering mengalami flu, gatal-gatal, atau gangguan pernapasan yang tak diketahui penyebabnya, ada kemungkinan itu akibat ruangan di hunian Anda terlalu lembap. Atasi segera dengan langkah-langkah di bawah ini sebelum Anda dan keluarga terserang gangguan kesehatan lebih berat lagi.

Mengatur sirkulasi udara
Sering-seringlah membuka jendela dan tirai agar udara di dalam ruangan segera berganti dengan yang baru serta sinar matahari bisa masuk dan menghambat pertumbuhan jamur di dalam ruangan. Jika ruangan tidak berjendela, gunakan exhaust fan. Jangan lupa, bersihkan secara berkala.

Mengganti warna tirai
Jangan heran dulu. Warna gelap cenderung menyerap panas dari sinar matahari, sedangkan warna cerah akan memantulkan panas. Maka, menutup tirai gelap di siang hari dengan tujuan menghalangi panas matahari akan membuat suhu di ruangan menjadi lebih panas dan mudah lembap. Solusinya, tentu saja, adalah mengganti tirai dengan yang berwarna cerah.

Gunakan cat tembok antijamur
Jamur akan mudah tumbuh di tembok ruangan yang tingkat kelembapannya tinggi. Anda bisa mencegahnya dengan mengecatnya dengan cat tembok antijamur. Pilihan warna dan teksturnya juga banyak, jadi bisa disesuaikan dengan selera Anda.

Gunakan bahan-bahan antilembap
Beberapa bahan antilembap bisa pula Anda gunakan dengan menempatkan secukupnya di sudut-sudut ruangan. Dari yang alami seperti garam, arang, atau yang sintetis seperti lilin dan gel silika.

Gunakan dehumidifier
Dengan dehumidifier, ruangan yang lembap akan disulap menjadi sejuk. Anda bisa juga melihat seberapa tinggi tingkat kelembapan ruangan dari alat tersebut. Jika tingkat kelembapan ruangan sangat tinggi, maka akan ada banyak air dari hasil kondensasi.

Hindari menumpuk barang
Pastikan ruangan Anda lega. Hindari menumpuk atau memenuhi ruangan dengan barang-barang karena akan menghambat pergerakan udara sehingga suhu ruangan pun memanas. Jika barang-barang itu memang Anda perlukan, setidaknya beri jarak antara benda yang satu dengan yang lain.