Tertib menjalankan program diet tapi berat badan tak juga turun? Coba ingat-ingat, apakah kebiasaan-kebiasaan di bawah ini sering Anda lakukan. Jika ya, sebaiknya segera hentikan, karena meskipun tampak sepele hal-hal berikut ini bisa memicu bobot tubuh cepat naik.

Makan terlalu cepat
Makan buru-buru tak hanya berpotensi membuat Anda tersedak, tapi juga menumpuk kalori. Perut memberi sinyal kenyang kepada otak membutuhkan waktu sekitar 15-20 menit sejak kita mulai makan. Jadi, ketika Anda makan dengan cepat maka makanan akan cepat menumpuk pula, sehingga ketika sinyal tersebut sampai ke otak, keadaan sudah terlambat. Kalori sudah menumpuk

Makan makanan berlabel low fat
Jangan sepenuhnya percaya pada makanan berlabel ‘rendah lemak’. Anda harus lebih cermat dalam membaca kandungan nutrisi pada label produk tersebut, karena biasanya sebagai pengganti lemak digunakanlah gula atau bahan kimia lain yang kadang lebih berbahaya untuk kesehatan.

Membiarkan jam makan kacau
Menjalankan program diet bukan berarti melewatkan jadwal makan harian. Dan yang paling penting, jangan lewatkan sarapan. Tidak makan pagi dapat membuat metabolisme tubuh melambat dan berdampak pada tubuh cepat merasa lapar. Kondisi ini membuat Anda cenderung akan makan dalam porsi lebih banyak ketika jam makan siang, dan bahkan sering mengemil.

Bergaul dengan teman yang overweight
Meski bukan penyakit, kegemukan ternyata menular. The New England Journal of Medicine merilis sebuah studi yang menyimpulkan bahwa jika Anda memiliki teman atau kerabat yang menderita overweight atau obesitas maka peluang Anda mengalami obesitas adalah 50:50.

Mengenakan pakaian yang kurang nyaman
Hindari mengenakan pakaian sehari-hari yang ketat dan tidak nyaman (terlalu sempit atau membuat gerah) untuk melakukan aktivitas fisik. Pakaian seperti itu akan membuat Anda malas bergerak sehingga lama-lama kalori pun akan menumpuk menjadi lemak. Hal ini sudah diteliti oleh para peneliti di Universitas Wisconsin, AS.

Begadang
Kurang tidur akan mengaktifkan hormon penstimuli selera makan, sehingga Anda akan cenderung terus merasa lapar dan ingin makan makanan berkalori tinggi ketika terjaga. Usahakan tidur 7-8 jam sehari sehingga tubuh akan terjaga kesegarannya.

Kurang minum
Minum air yang cukup sekitar 2,5 liter per hari memiliki banyak manfaat, termasuk membantu menurunkan berat badan. Studi menemukan, orang yang rutin minum air putih cenderung lebih sedikit mengonsumsi kolesterol, lemak, dan garam ketimbang orang yang mengalami dehidrasi atau kurang minum.

Olahraga ketika perut kosong
Anda butuh banyak energi ketika berolahraga, sehingga disarankan makan dulu sebelum berolahraga. Jika tidak, maka ketika selesai berolahraga Anda cenderung makan lebih banyak.

Memotong makanan
Ketika Anda memotong makanan menjadi potongan-potongan kecil justru membuat makan Anda sulit berhenti. Secara psikologis Anda akan menganggap potongan-potongan kecil makanan itu tak banyak berpengaruh terhadap diet.