Kalau biasanya saat akan bersantap kita ingin mencoba menu atau resto baru, kini saatnya mencoba gaya baru dalam berbelanja bahan makanan. Siapkan wadah atau kemasan sebelum mengunjungi Naked Inc., karena Anda akan sangat membutuhkannya. Selamat datang di toko zero waste pertama di Jakarta.

Dibuka April tahun ini, Naked Inc. menjual aneka bahan makanan dan kebutuhan sehari-hari secara ramah lingkungan. Anda tidak memperoleh kantong maupun kemasan untuk menampung barang-barang belanjaan Anda. “Karena itu sebaiknya membawa wadah atau kemasan sendiri,” saran Kiana Lee, pemilik Naked Inc., saat ditemui di tokonya, akhir Juli.

Nah, nama Naked Inc. diambil dari konsep berbelanja di toko swalayan ini. ‘Naked’ (tanpa busana) di tempat ini dimaksudkan sebagai tanpa kemasan. “Kalau tidak membawa wadah atau kemasan,” sambung Kiana, “kantong kertas dan toples kaca untuk tempat belanjaan dijual di sini, tidak kita berikan gratis.”

Kalaupun tersedia wadah belanjaan dari plastik, itu adalah plastik cassava, terbuat dari bahan dasar singkong. Berbeda dengan plastik biasa yang tak akan hancur terurai hingga ratusan tahun, plastik ini larut dalam air, bahkan air larutannya aman diminum.

Meski menjadi pionir, Kiana mengakui bahwa konsep berbelanja seperti ini sebenarnya sudah ada sejak zaman dulu, atau lebih tepatnya pernah ada. “Hanya saja telah ditinggalkan sejak munculnya plastik,” ceritanya. “Jadi di sini kita ibarat back to nature, kembali ke cara belanja zaman dulu yang lebih ramah lingkungan.”

Awal ide
Ide menerapkan cara belanja yang ramah lingkungan diawali dari perjalanannya ke pulau Kalimantan di awal tahun. “Di dalam hutannya pun banyak sampah,” kenangnya, “padahal dari bandara ke lokasi itu ada rute yang mesti dilalui menggunakan perahu klotok, bisa dibilang sebagai tempat yang cukup sulit dijangkau tapi sampahnya banyak juga.”

Barang-barang di Naked Inc. dijual curah dan dapat dibeli secukupnya sesuai kebutuhan. Ia menjelaskan, “Kalau mau beli beras cuma 100 gram boleh, tidak harus 1 kg, misalnya.” Selain beras, tersedia pula buah-buahan kering nangka, aprikot, persik, dan sebagainya, serta kacang, minyak, madu, dan masih banyak lagi.

Juga, bumbu dapur, rempah-rempah seperti jahe dan kunyit. “Basically keperluan rumah tangga yang digunakan sehari-hari, dan tanpa bahan kimia, pengawet, maupun MSG,” dirinya menegaskan, “termasuk untuk snack-snack-nya.” Snack berupa keripik kelapa, kentang, dan bayam, serta butir-butir granola adalah beberapa yang tersaji di sini. “Kelapanya garing banget, beda sama yang di luaran. Tipis dan enak banget buat topping smoothies,” terang Kiana sambil sedikit berpromosi.

Bahan-bahan makanan yang dijual Naked Inc. berasal dari dalam negeri, “Selama tersedia lokal dan natural,” tuturnya. “Tapi untuk bahan-bahan seperti almon dan blueberry, itu kan tidak ada di Indonesia, jadi kita masih impor.”

Di dalam sebuah lemari pendingin berjejer air kelapa, jamu kunyit asam, beras kencur, juga ada bir pletok dan asam Jawa. Semuanya sehat. Kiana menunjuk, “Contohnya air kelapa ini, benar-benar murni air kelapa, tanpa campuran apa pun, tanpa bahan pengawet. Kita sajikan fresh setiap hari.”

Buat Anda penggemar sambal, ada sambal-sambal tanpa vetsin. “Kayak sambal kecombrang dan sambal teri ini benar-benar dibikinnya pakai minyak kelapa dan tanpa MSG sama sekali.” Dan kimchi, yang disebut-sebut sebagai salah satu makanan paling sehat di dunia juga dijual di sini. Sementara selai tersedia berdasarkan musimnya. “Kalau lagi musim nanas, kita sediakan selai nanas.”

Pada salah satu sisi ruangan Naked Inc., terdapat rak yang menjual barang-barang perlengkapan makan seperti tempat makanan hingga sedotan yang dapat digunakan berulang kali, sehingga meredam sampah.

Makin concern zero waste
Dengan konsep zero waste, wajar jika Anda tidak akan menemukan tempat sampah di sini. Sebab, toko ini memang tak menghasilkan sampah. Kalau pun ada, bukan tempat sampah biasa, melainkan untuk keperluan daur ulang. “Kalau di rumah ada yang punya koran banyak banget, misalnya, dan nggak tahu mau diapakan, letakkan saja di situ, nanti akan dibawa untuk didaur ulang,” kata Kiana.

Menurut pengakuannya, di awal-awal beberapa pengunjung merasa repot karena belum terbiasa dengan gaya berbelanja di Naked Inc. “Tapi setelah dijelaskan mereka mengerti,” ujarnya. “Rata-rata masyarakat sudah makin concern dan berpikiran terbuka mengenai persoalan sampah ini. Makin ke sini pengunjung makin terbiasa membawa wadah dan kemasan sendiri saat berbelanja di sini.”