Sering disebut-sebut sebagai biang masalah kesehatan, terutama jantung dan kardiovaskular, sekarang ini ketika kita mendengar kata “kolesterol”, rasa takut pun muncul. Seakan ia adalah sosok pencabut nyawa yang bisa datang menjemput kapan saja. Padahal sesungguhnya, kolesterol itu sangat kita butuhkan. Tanpa kolesterol kita tidak dapat hidup.

Kolesterol merupakan senyawa hasil pengolahan lemak dan dibutuhkan sebagai bahan pembuat membran sel, pembungkus serat saraf, serta bahan produksi hormon-hormon tertentu. Kolesterol juga digunakan oleh hati untuk membuat asam empedu yang membantu proses pencernaan makanan. Kolesterol yang ada di dalam tubuh tidak hanya berasal dari makanan, namun juga diproduksi oleh hati. Banyaknya kolesterol pada asupan makanan akan memengaruhi tingginya kadar kolesterol di dalam darah.

Kolesterol baru akan menjadi masalah ketika kadarnya berlebihan di dalam darah. Dampaknya adalah penyumbatan pembuluh darah (aterosklerosis) yang dapat mengakibatkan serangan jantung atau stroke dan bermuara pada kematian.

Idealnya, pada orang dewasa sehat, tanpa PJK atau diabetes, kadar kolesterol yang normal adalah:
– Kolesterol total kurang dari 200 mg/dL
– Kolesterol LDL kurang dari 130 mg/dL
– Kolesterol HDL 60 mg/dL atau lebih

Kurangnya pemahaman berbagai hal tentang kolesterol inilah yang membuat mitos-mitos tentang kolesterol beredar di tengah masyarakat. Untuk itu, marilah kita luruskan satu per satu.

Mitos: Kolesterol, penyakitnya orang gemuk.
Fakta: Ada istilah skinny fat, untuk menyebut orang yang kurus tapi memiliki porsi lemak tubuh yang melebihi massa ototnya. Ini artinya, kolesterol tinggi tidak didominasi oleh orang gemuk dan obesitas saja. Orang kurus pun, jika gaya hidupnya sedentari dan pola makannya tidak teratur maka ia rentan mengalami kolesterol tinggi.

Mitos: Pemeriksaan kolesterol sebaiknya dilakukan saat tengah baya.
Fakta: Kolesterol tinggi dapat mengidap siapa saja tanpa pandang usia. The American Heart Associaton merekomendasikan setiap orang berumur lebih dari 20 tahun agar memeriksakan kadar kolesterol dan faktor risiko lain, seperti gula darah, setidaknya setiap empat tahun sekali.

Mitos: Kolesterol bukan ancaman bagi anak-anak.
Fakta: Bahkan anak-anak pun dapat berisiko kolesterol tinggi, terutama karena faktor genetik dan riwayat penyakit kardiovaskular (familial hypercholesterolemia). Faktor risiko riwayat penyakit dalam keluarga yang perlu diwaspadai seperti aterosklerosis, penyakit jantung, hipertensi, dan gangguan pembuluh darah lain. Agar tidak terkena kolesterol tinggi maka dianjurkan anak untuk menjaga pola hidup sehat dan rajin medical check up.

Mitos: Kadar kolesterol hanya bergantung pada makanan dan olahraga.
Fakta: Selain kedua hal di atas, tingginya kadar kolesterol juga dipengaruhi faktor lain seperti obesitas dan usia seseorang, serta faktor genetik.

Mitos: Makanan tanpa kandungan kolesterol aman dikonsumsi
Fakta: Belum tentu. Karena tubuh kitalah yang justru menghasilkan kolesterol tinggi dalam darah, yaitu lewat asupan lemak jenuh yang berlebihan. Lemak jenis ini ditemukan dalam minyak, gorengan, margarin, mentega, kue kering, keripik kentang, dan sebagainya.