Untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan umumnya yang kita lakukan adalah dengan menjalankan pola hidup sehat, seperti diet gizi seimbang, rutin berolahraga, dan tidur yang cukup. Segala hal pun dihitung untuk menjaga agar semuanya tetap on track, mulai dari asupan kalori, berat badan, hingga langkah kaki per hari.

Namun melakukan semua itu saja belumlah cukup, karena ada beberapa pemeriksaan lain yang sebaiknya juga Anda lakukan agar kesehatan tetap terjaga. Inilah di antaranya:

1. Tekanan darah
Tes tekanan darah bisa mendeteksi adanya hipertensi, penyebab serangan jantung, stroke, dan gagal ginjal. Jika hipertensi tidak terkontrol maka risiko tingginya adalah aterosklerosis yang bisa menyebabkan serangan jantung dan stroke. Dianjurkan, orang dewasa sehat berusia 20 tahun ke atas rutin mengukur tekanan darahnya setiap satu atau dua tahun.

2. Kadar kolesterol
Kadar kolesterol tinggi dalam darah bisa juga bisa menyebabkan aterosklerosis. Pemeriksaan kolesterol seharusnya dilakukan setiap lima tahun sekali begitu Anda menginjak usia 20 tahun. Jika ada faktor risiko lain seperti hipertensi dan kegemukan, maka pemeriksaan harus lebih sering.

3. Kadar gula dalam darah
Normalnya, kadar gula darah adalah 100 mg/dl. Jika angkanya di antara 100-125 maka tergolong pre-diabetes, sedangkan kalau lebih dari 125 mg/dl sudah dianggap diabetes. Pastikan Anda memeriksa kadar gula darah dalam setiap medical check up rutin.

4. Lingkar pinggang
Ukuran lingkar pinggang dianggap lebih bisa memberi tahu potensi penyakit dibanding berat badan. Lingkar pinggang merupakan indikator untuk lemak visceral, yaitu lemak yang menyelimuti organ dalam. Cobalah mulai sekarang perhatikan, jika ukuran lingkar pinggang Anda makin lebar, bisa jadi itu adalah lemak yang menumpuk.

5. Durasi tidur
Tidur merupakan kunci dari semua proses fisiologi seperti sistem pertahanan tubuh, detoksifikasi ‘racun-racun’ pikiran, hingga metabolisme. Jika tidur Anda cukup, sekitar 8-9 jam per hari, maka semuanya itu bisa berjalan normal. Namun jika kurang, maka risiko hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung pun mengintai.

6. Latihan duduk-berdiri
Coba tes ini: dari posisi berdiri langsung duduk di lantai dengan kaki menyilang tanpa dibantu tangan atau berpegangan pada sesuatu, lalu kembali berdiri—juga tanpa bantuan. Tes ini dikembangkan oleh dokter olahraga dari Brazil, Claudio Gil Araujo sebagai satu metode untuk mengetahui apakah seseorang mulai kehilangan massa otot seiring bertambahnya usia.

7. Tes paru
Kemampuan paru untuk membesar dan menggunakan oksigen secara optimal bisa menurun akibat gaya hidup sedentari (banyak duduk dan kurang aktivitas fisik) dan merokok. Cobalah tes performa paru Anda dengan cara berjalan cepat naik tangga dua lantai, atau berjalan selama 7-10 menit. Jika hal itu dilakukan tanpa berhenti istirahat atau terengah-engah, maka kondisi paru Anda baik. Tapi jika Anda tidak kuat atau napas sesak, lanjutkan dengan periksa ke dokter.