Kristal bukanlah sekadar sebentuk batu indah yang bisa dimanfaatkan untuk perhiasan. Tapi di balik itu ia memiliki energi dahsyat untuk terapi penyembuhan berbagai gangguan kesehatan, baik fisik maupun jiwa. Bagaimana bisa?

Kuncinya adalah energi. Kita hidup dipengaruhi oleh energi yang bisa terpancar dari mana pun dan dari apa pun. Energi ini bisa terkait dengan pikiran, perasaan, sikap, hingga tindakan kita. Energi inilah yang di Jepang disebut ki, di China disebut chi atau qi, dan di India disebut prana.

Di sisi lain, tempaan alam membuat batu kristal memiliki getaran energi unik yang dapat mengaktifkan pusat energi tertentu di dalam tubuh dan memberikan efek positif. Karena itulah kristal sering digunakan untuk beragam keperluan, seperti meningkatkan rasa percaya diri, menarik rezeki, peruntungan, hingga menyembuhkan gangguan fisik dan jiwa.

Young woman at crystal healing session in therapy room

Menurut Jacquie Burgess dalam bukunya Healing with Crystals, kristal bekerja dengan menyeimbangkan energi dalam tubuh melalui cakra. Cakra adalah pusat untuk menerima dan menyalurkan energi pada tingkat fisik, seksual, emosional, mental, dan spiritual. Ketika kita sakit fisik maupun psikis, energi dalam tubuh kita sedang tidak seimbang atau sedang terhambat. Nah, energi dalam kristal dapat membantu melancarkan gangguan energi tersebut.

Judy Hall, penulis buku bestseller The Crystal Bible, menyatakan bahwa kita bisa memanfaatkan kristal sebagai penyembuh dengan cara mengenakannya sebagai perhiasan seperti gelang atau kalung. Kenakan terus-menerus agar selalu bersentuhan langsung dengan kulit kita.

Cara lain adalah dengan meletakkan sebuah kristal berukuran lebih besar di dalam ruangan. Atau dengan meletakkan kristal di bawah bantal ketika Anda tidur.

Bukan hal baru
Metode penyembuhan dengan kristal sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu di beberapa belahan dunia. Sebuah papyrus di Mesir pada 1600 SM menyebutkan bahwa rangkaian batu-batu mulia seperti lapis Lazuli, Malachite, dan Red Jasper biasa dikenakan pada leher untuk mengenyahkan penyakit dan mengembalikan keseimbangan tubuh. Sementara itu seni pengobatan India kuno, Ayurveda maupun Traditional Chinese Medicine (TCM) juga mencatat penggunaan kristal sebagai sarana penyembuhan, lebih dari 5000 tahun yang lalu.

Di suku Dayak Laut di Kalimantan Utara, seorang dukun akan bergantung pada kristal kuarsa, yang disebut ‘batu ilau’ atau ‘batu yang bercahaya’, untuk membantu menyembuhkan pasien dengan ritual tertentu.

Para shaman (dukun) di suku Indian Cherokee menghangatkan kristal di atas api dan diletakkan di atas tubuh pasien untuk menemukan dan menyembuhkan penyakitnya.

Cakra dan Kristal yang Sesuai

Cakra Dasar (Muladhara)
Warna: Merah
Kristal: Terutama batu merah dan hitam: obsidian, hematite, kuarsa berasap, garnet, rubi, jasper, agar lumut, karnelian, batu darah

Cakra Sakrum atau Cakra Seks (Svadhisthana)
Warna: Oranye
Kristal: Karnelian, mata harimau, rodokrosit, batu darah.

Solar Pleksus (Manipura)
Warna: Kuning
Kristal: Topaz, sitrin, mata harimau, batu matahari, kalsit kuning.

Cakra Jantung (Anahata)
Warna: Hijau
Kristal: Giok hijau, malakit, aventurine, turmalin hijau, kuarsa mawar, amazonir, peridot.

Cakra Tenggorok (Visuddha)
Warna: Biru langit
Kristal: Blue lace agate, lapis, kalsedoni biru, pirus, selestit, fluorit, aquamarine, batu bulan.

Ajna (cakra alis)
Warna: Nila/Indigo
Kristal: Azurit, lapis lazuli, dumortiorite, soladit, fluorit, sugilir, mata elang, selestit, kuarsa bening.

Sahasrara-Padma (cakra mahkota)
Warna: Violet-putih
Kristal: Kuarsa bening, ametis sugilit.